Dua Penyelenggara Shalat Ied pada Tempat dan Waktu Yang Sama, Mengapa ?
Hari ini, tanggal 08 Desember 2008 atau 10 Dzulhijjah 1429 H semua masyarakat muslim berbondong-bondong melakukan Shalat Idul Adha. Baik di Masjid maupun di lapangan. Begitu juga di kota Samarinda. Pagi yang cerah itu kami melakukan Shalat Ied di GOR Segiri bersama-sama masyarakat Samarinda yang lain.
Kejadian yang mengejutkan terjadi saat jemaah akan melakukan Shalat, ternyata jemaah baru tahu bahwa ada dua kegiatan shalat yang dilakukan oleh pihak berbeda pada tempat yang sama tersebut. Jemaah ada yang berteriak “ Allahu Akbar “ melihat keadaan tersebut.
Alhamdulillah, pada saat akan melakukan shalat salah satu penyelenggara kegiatan tersebut mempersilahkan jemaah untuk mengikuti shalat yang diimami oleh penyelenggara yang lain. Tetapi, saat selesai shalat penyelenggara yang mengalah tersebut ternyata bergantian mendahului melaksanakan kegiatan ceramahnya. Melihat hal yang tidak menarik tersebut maka sebagian besar jemaah berdiri dan meninggalkan tempat tersebut sambil berucap “ Astaghfirullah “.
Banyak jemaah menyesalkan kejadian tersebut, bagaimana bisa dalam satu tempat ada dua penyelenggara yang mengadakan kegiatan shalat Idul Adha bersamaan waktunya. Mau dibawa kemana para jemaah ini…?
Didalam Al Qur’an disampaikan , “ Maka Dirikanlah Shalat karena Rabb-mu dan Berkurbanlah.” ( Al Kautsar : 2 ).
Makna berkuban secara harfiah di hari ini adalah menyembelih hewan seperti : Unta, Sapi maupun Domba. Yang tentunya untuk dibagikan kepada para fakir miskin sebagai bagian dari ibadah kita kepada Sang Khaliq.
Dalam makna yang lain dalam kehidupan sehari-hari , seharusnya kita senantiasa berkurban atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita. Nikmat sebagai pemimpin, nikmat sebagai orang berilmu, nikmat sebagai orang berkecukupan, nikmat sebagai anggota dewan, nikmat sebagai guru, nikmat sebagai Kepala Daerah, nikmat sebagai Menteri, nikmat sebagai Presiden dan nikmat-nikmat yang lain.
Apabila acuan hidup kita sebagaimana yang tersirat pada ayat Al Qur’an di atas, tentunya tidak banyak kebodohan yang ada di bumi ini, tidak makin besar jurang antara yang kaya dan yang miskin, tidak banyak kemelaratan dan tidak banyak daerah yang tertinggal.
Jiwa / Moral berkurban tak bernilai tinggi bila kita hanya melakukan Kurban pada saat Iedhul Adha saja, maka dari itu marilah kita bersama-sama kesampingkan kepentingan golongan / kelompok kalau memang kita ingin melaksanakan “ Kurban “ yang hakiki yaitu karena ALLAH semata. Dan jangan ada lagi kejadian seperti tersebut di
Selasa, 09 Desember 2008
Langganan:
Postingan (Atom)

