Selasa, 17 Maret 2009

Cara Memilih Caleg anda di Kutai Kartanegara dan Kutai Barat



Kepada Yth.
Bapak / Ibu / Saudara
Di Kutai Barat dan Kutai Kartanegara


Dengan hormat,

Dengan ini kami informasikan bahwa pada tanggal 9 April 2009 mendatang, kita akan melakukan pemilihan Calon Legislatif kita, baik di Tingkat DPR RI, DPRD Propinsi, DPRD Kota/Kabupaten maupun DPD.

Sehubungan dengan ini, marilah kita gunakan hak suara kita untuk memilih mereka. Kita memang sangat kecewa dengan kiprah mereka pada saat ini yang lebih banyak mengutamakan kepentingan pribadi mereka dengan tindakan korupsi, poligami, asusila dan lainnya. Tetapi dengan tidak menggunakan hak pilih kita ( GOLPUT ) bukan berarti akan menyelesaikan masalah, bahkan kita makin membiarkan mereka melakukan hal-hal yang tidak berkenan bagi kita.

Mari kita gunakan hak pilih kita dengan benar dan bertanggungjawab untuk memilih minimal orang yang BERSIH, JUJUR dan BERAGAMA.

Bagaimana Cara Kita Memilih Pada Tanggal 9 April 2009 ?
Pada PEMILU kali ini kita tidak mencoblos tetapi dengan cara MENYONTRENG ( V ).
Contoh :
Pada Calon kita untuk DPRD Propinsi, kita akan diberikan kertas suara dengan warna BIRU. Bukalah lembar kertas suara berwarna BIRU tersebut dan lihatlah calon yang akan kita pilih. Misalnya : Ir. H. Sandjaja dari Partai PELOPOR. Dengan nomor urut 2.



No. 22


Photo No.1. Nama ……………………
No.2. Ir. H. Sandjaja
Beri Tanda Contreng ( V ) pada Kolom ini
.
V
Photo No.3. Nama …………..


Setelah mencontreng, lipat kertas suara dan masukkan ke kotak suara yang berwarna BIRU. Demikianlah cara kita memilih pada tanggal 9 April mendatang. INGAT JANGAN MENYONTRENG DUA KALI, Cukup SEKALI saja !

Selamat Memilih CALEG Anda.

Rabu, 11 Februari 2009

Obat Duka


Obat dikala Duka dan Lara


Al Asmaa – ul – Husnaa




Pengertian

Al Asmaa-ul- Husnaa adalah nama-nama Allah yang bagus – bagus.

Fungsi

Sebagai alat untuk berdoa
“ Allah mempunyai Al Asmaaul Husnaa, maka berdoalah kamu semua kepadaNya dengan menggunakan Al Asmaaul Husnaa “ ( QS. Al A’raf : 180 ).

Tujuan :

Untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Hasil :

Dengan ijin Allah SWT akan mendapatkan :

a. Hati menjadi tenang dan mantap.
b. Iman bertambah kuat diikuti amal Shaleh
c. Hidup makin bergairah, makin semangat untuk membangun dunia dan mencari bekal Akhirat
d. Hilang rasa gelisah, susah, stress dan putus asa
e. Akhlak makin baik, menuju akhlakul karimah ( mulia )
f. Semangat belajar meningkat, sifat malas hilang

Jumlah Bacaan :

Paling sedikit sehari semalam satu kali.
Diharapkan setiap akan belajar, akan mengaji dibaca satu kali. Lebih utama lagi bila dibaca saat Shalat wajib satu kali atau lebih. Insyaallah cepat naik derajat. Setiap seminggu sekali, setiap mempunyai hajat dan peringatan hari besar Islam sebaiknya diadalkan MUJAHADAH, yaitu membaca bersama jamaah dengan jumlah lebih dari satu kali, misalnya 7 kali, 11 kali, 21 kali atau sesuai kemampuan, sehingga diharapkan makin cepat terkabulnya doa.




( Diambil dari : Al Asmaa Ul – Husnaa, Amdjad Al Hafidh, 2007 ) Tulisan 1

Kedudukan :

Al Asmaaul Husna adalah pusatnya doa.
Basmalah adalah doa awal tindakan
Al Fatihah adalah doa global dan doa pengarah
Al Quran adalah pengembangan dan perluasan
Shalawat adalah pelican doa
Istighfar, Tasbih, Tahmid, Takbir, Tahlil dan Hauqalah ( Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah ) merupakan muqaddimah doa,
Al Asmaaul Husnaa adalah doa langsung
Al Quran umumnya doa wasilah.

Petunjuk Membaca

1. Apabila mujahadah bersama jamaah, maka harap dibaca lengkap dari Muqadimah, pusat doa yaitu Al Asmaaul Husnaa, Basmalah, Fatihah, sebagian Ayat-ayat Al Quran, Shalawat Nariyah dan sebagainya. Kemudian ditutup dengan doa besar. Sebelum Mujahadah dimulai, perlu ditambah hadiah Fatihah 3 kali kepada Nabi Besar Muhammad SAW, para Nabi, Sahabat, Aulia, Ulama dan seterusnya.
2. Untuk setiap hari dibaca sendiri, tidak harus lengkap cukup “ Asmaaul Husnaa “ saja dimulai dengan membaca shalawat satu kali dan ditutup shalawat satu kali, terutama setelah shalat wajib baca 1 kali atau lebih, dan sebut hajatnya. Apabila membaca “ Asmaa “ lebih dari satu kali, sebaiknya diantara “ Asmaa “ diselingi shalawat 1 kali.
3. Bila ingin mengambil sebagian dari Asmaaul Husnaa, maka sebelumnya harus dibaca dulu keseluruhan 99, baru setelah itu diambil sebagian.
4. Apabila di suatu tempat sudah ada jamaah Yasin / Tahlil, Nariyah, Waqiah dan lain- lain maka dimohon dengan sangat ditambah membaca Al Asmaaul Husnaa 1 kali atau 3 kali atau lebih menurut persetujuan jamaah, agar hasil doa dapat lengkap, mencakup kebutuhan dunia dan akhirat, disamping apa yang menjadi hajat saat itu.
5. Bila suatu saat sedang sibuk atau sebab lain sehingga tidak sempat berdoa yang bermacam-macam, maka untuk Asmaaul Husnaa tetap harus dibaca, jangan sampai ditinggalkan, sehingga hubungan hamba dengan Allah SWT tidak terputus dan bantuan, rahmat Allah dan lindunganNya tetap mengalir terus selama hidup di dunia sampai akhirat, untuk diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.

Catatan :
Bagi kaum wanita, walaupun sedang haid, tetap boleh membaca. Karena yang dilarang antara lain membaca Al Quran, memegang Al Quran, Shalat, Thawaf, berpuasa, berdiam diri di Masjid dan Jima’.

( Diambil dari : Al Asmaa Ul – Husnaa, Amdjad Al Hafidh, 2007 ) Tulisan 1



Adab Mujahadah bersama Jamaah :

a. Khusyuk, memohon kepada Allah dengan sungguh-sungguh, penuh adab ( taadub ) dan sambil berusaha mengingat makna yang dibaca.
b. Menjaga suara dzikir agar tidak mengganggu orang lain,
c. Membaca secara serempak, jangan ada yang mendahului atau ketinggalan,
d. Menjaga kebersihan dan kesucian diri sendiri, tempat dan pakaian,
e. Bila tempat memungkinkan sebaiknya didahului shalat hajat dua rakaat dan mujahadah menghadap kiblat.

Mujahadah :

Mujahadah menurut bahasa adalah bersungguh sungguh. Menurut istilah adalah bersungguh sungguh untuk memerangi hawa nafsu. Caranya dengan dzikir / ingat kepada Allah, yaitu hati ingat, lisan menyebut dan sikap yang baik serta meningkatkan ibadah.




























( Diambil dari : Al Asmaa Ul – Husnaa, Amdjad Al Hafidh, 2007 ) Tulisan 1



Nadhom Asmaaul Husna

• Bismillaahi bada’na ( Dengan nama Allah kami mulai )
• Washshalaatu wassalaamu ( Rahmat dan Keselamatan )
• Walkhamdu lirabbina ( Segala Puji bagi Tuhan Kami )
• Linnabii khabiibina ( Untuk Nabis Kekasih Kami )
• Yaa Allah yaa Rabbanaa ( Ya Allah ya Tuhan Kami )
• Ridhaaka mathluubunaa ( RidhaMu yang Kami Cari )
• Anta Maqshuudunaa ( Engkau Tujuan Kami )
• Dunyaana wa Uchraanaa ( Di Dunia dan Akherat Kami )
• Yaa Rahmaanu ya Rakhiim ( Maha Pemurah / Maha Penyayang )
• Yaa Salaamu yaa Mukmin ( Memberi Keselamatan / Keamanan )
• Yaa Maliku yaa Qudduus ( Maha Merajai / Maha Suci )
• Yaa Muhaiminu yaa Aziiz ( Maha Mengamati / Maha Mulia )
• Yaa Jabbar yaa Mutakabbir ( Maha Berkehendak / Mempunyai Kebesaran )
• Yaa Mushawwiru yaa Ghaffaar ( Memberi Bentuk / Maha Pengampun )
• Yaa Chaaliqu yaa Baarik ( Maha Mencipta / Melepaskan )
• Yaa Qahhaaru yaa Wahhaab ( Maha Memaksa / Maha Pemberi )
• Yaa Razzaaqu yaa Fattaakh ( Maha Pemberi Rejeki / Pembuka Pintu Rahmat )
• Yaa Baasithu yaa Chafiidh ( Melapangkan Kehidupan Hamba / Merendahkan Derajat )
• Yaa Aliimu yaa Qabiidh ( Maha Mengetahui / yang Menggenggam )
• Yaa Raafi’u ya Mu’izz ( Meninggikan Derajat / yang Memuliakan )
• Yaa Mudzillu yaa Samii’ ( Menghinakan / Maha Mendengar )
• Yaa ‘Adlu yaa Lathiif ( Maha Adil / Maha Lembut )
• Yaa Bashiiru yaa Khakam ( Maha Melihat / yang menetapkan Hukum )
• Yaa Khabiiru yaa Khaliim ( Maha Waspada / Penyabar )
• Yaa ‘Adhiimu yaa Ghafuur ( Maha Agung / Maha Pengampun )
• Yaa Kabiiru yaa Khafiidh ( Maha Besar / Maha Menjaga dan Memelihara )
• Yaa Syakuuru yaa ‘Aliyy ( Bersyukur / Maha Tinggi )
• Yaa Muqiitu yaa Khasiib ( Maha Menjaga / Maha Menghitung )
• Yaa Jaliilu yaa Kariim ( Maha Agung dan Mulia / Mulia dan Pemurah )
• Yaa Waasi’u yaa Khakiim ( Maha Luas / Maha Bijaksana )
• Yaa Raqiibu yaa Mujiib ( Maha Mengawasi / Mengabulkan )
• Yaa Waduudu yaa Majiid ( Maha Membuat Rasa Kasih Sayang / Mulia dan Luhur )
• Yaa Baa’itsu yaa Syahiid ( Membangkitkan / Menyaksikan )
• Yaa Qawiyyu yaa Matiin ( Maha Kuat / Maha kokoh )
• Yaa Khaqqu yaa Wakiil ( Maha Benar / Maha Mengurusi )
• Yaa Waliyyu yaa Khamiid ( Mengasihi dan Melindungi / Maha Terpuji )
• Yaa Mukhshii yaa Mubdik ( Maha Menghitung / Memulai )
• Yaa Mumiitu yaa Khayyu ( Yang Mematikan / Maha Hidup )
• Yaa Mu’iidu yaa Mukhyii ( Yang Mengembalikan / Menghidupkan )
• Yaa Qayyumu yaa Waajiid ( Berdiri Sendiri / yang Menemukan )
• Yaa Maajidu yaa Waakhiid ( Memiliki Kemuliaan / yang Esa )
• Yaa Qaadir yaa Muqtadir ( Maha Kuasa / Sangat Berkuasa )
• Yaa Akhadu yaa Shamad ( Maha Esa / tempat Meminta )
• Yaa Muqaddim yaa Mu-achchir ( Yang Mendahului / Mengakhiri )
• Yaa Awwalu yaa Aachir ( yang Awal / yang Akhir )
• Yaa Waalii yaa Muta’alii ( yang Menguasai / Maha Tinggi )
• Yaa Zhaahiru yaa Baathin ( yang Dhahir Kekuasaannya / yang tak kelihatan Dzat-Nya )
• Yaa Barru yaa Tawwaab ( Maha Baik / Menerima Taubat )
• Yaa Muntaqimu yaa ‘Afuww ( Memberi Siksaan / Maha Pemaaf )
• Maalikal Mulki ( yang memiliki Kerajaan )
• Yaa Ra-uufu yaa Maalik ( Maha Belas Kasihan / yang memiliki Kerajaan )
• Dzal jalaali wal Ikraam ( yang mempunyai keagungngan da Kemuliaan )
• Yaa Muqsitu yaa Jaami’ ( Maha Adil /yang Mengumpulkan )
• Yaa Maani’u yaa Dhaar ( yang Mempertahankan / yang membuat Bahaya )
• Yaa Ghaniyyu yaa Mughnii ( Maha Kaya / Memberi Kekayaan )
• Yaa Naafi’u yaa Nuur ( Memberi manfaat / yang menjadikan Cahaya )
• Yaa Hadii yaa Badii (Memberi Petunjuk / Menciptakan sesuatu yang baru )
• Yaa Rasyiidu yaa Shabuur ( Maha Pandai / Maha Penyabar )
• Yaa Baaqii yaa Waarits ( Maha Kekal / yang Mewarisi )
• Azza Jalla Dzikruhu

Dibaca 7 ( tujuh ) kali dari yaa Allah……..


















( Diambil dari : Al Asmaa Ul – Husnaa, Amdjad Al Hafidh, 2007 ) Tulisan 2




Doa



• Bi Asmaa-ikal Khusnaa ( Dengan Asmaa ul Husnaa
• Waliwaalidii naa ( dan Dosa kedua Orang Tua Kami )
• Ighfiranaa Dzunuubanaa ( Ampunilah Dosa kami )
• Wa Dzurriyyaatinaa ( Dan Keturunan Kami )
• Kaffir ‘an Sayyi-aatinaa ( Hapuskanlah kejelekan kami )
• Wajbur ‘alaa nuqshaaninaa ( Tutupilah Kekurangan kami )
• Wastur ‘alaa ‘uyuubinaa ( Dan tutupilah cacat kami )
• Warfa’ darajaatinaa ( Naikkanlah Derajat Kami )
• Wa Zidnaa ‘ilman naafi’aa ( dan tambahilah kami ilmu yang bermanfaat )
• Khalaalan Thayyibaa ( Yang Halal dan Bagus )
• Wa Risqan Waasi’aa ( Dan Rejeki yang Luas )
• Wa ‘amalan Shaalikhaa ( dan Amal yang Shaleh )
• Wa Nawwir Quluubanaa ( dan Terangkanlah Hati kami )
• Wa Shakhkhikh Ajsaadanaa ( dan Sehatkanlah Badan kami )
• Wa Yassir Umuuranaa ( Dan Mudahkanlah urusan kami )
• Daa Imaa Khayaatinaa ( Selama Hidup Kami )
• Ilal Chairi Qarribnaa ( Pada Kebaikan dekatkanlah kami )
• Wal Qurbaa Rajaa-unaa ( Dekay pada Allah harapan kami )
• Anisy Syarri Baa’idnaa ( dari Kejelekan Jauhkanlah Kami )
• Achiiran Nilnal Munaa ( Akhirnya kami memperoleh Kenikmatan )
• Balligh Maqaashidanaa ( Sampaikanlah Maksud-maksud kami )
• Wal Khamdu Li-ilaahinaa (Segala Puji untu Tuhan kami )
• Waqdhi Khawaa-ijanaa ( Dan penuhilah hajat-hajat kebutuhan kami )
• Alladzii Hadaanaa ( yang telah menunjukkan kepada kami )
• Shalli wa Sallim ‘alaa ( Semoga Allah memberi Rahmat dan )
• Wa aalihii wa Shakhbihii (Keluarganya dan Sahabatnya )
• Thaahaa Chaalilir Rakhmaan ( yang menjadi Khalil/kekasih Ar Rakhman )
• Ilaa Aachiriz zamaan ( sampai akhir masa ).









( Diambil dari : Al Asmaa Ul – Husnaa, Amdjad Al Hafidh, 2007 ) Tulisan3


Doa Asmaa – Ul – Husnaa


Bismillahir Rakhmaanir Rakhiim

Al khamdu lillaahi rabbil aalamiin. Khamdan yuwafii ni’ amahuu wa yukaafi-u maziidah. Yaa rabbanaa lakal khamdu kamaa yanbanghii lijalaali wajhika wa ‘adhiimi sulthaanik. Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin sayyidil awwalinaa wal achiriina. Wa alaa aalihi wa azwaajihii wa dzurriyyatihii wa ash khabihii wattabi’iina wa man tabi’ahum bi ikhsaanin ilaa yaumud diin. Wa jami’I achwaanihii minan nabiyyina wal mursaliina wal malaa-ikati ajma’iin.

Artinya :
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan lagi maha penyayang.
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Yang sesuai dengan kenikmatan-kenikmatan dan puji-pujian menjadi penyebab untuk mendapat tambahan kenikmatan.
Ya Tuhan kami, bagiMu segala puji yang selaras dengan keagunganMu dan kebesaran kerjaanMu.
Ya Allah, berilah rahmat atas nabi Muhamad yang menjadi pemimpin orang dahulu dan orang kemudian, dan ats keluarganya, istri-istrinya, keturunannya, sahabatnya dan pengikut-pengikutnya yang mengikuti yang baik sampai hari kiamat, dan semua saudaranya dari para nabi, utusan-utusan dan semua malaikat.

Allaahumma inna nas aluka bi asmaa ikal husnaa maa alimnaa minha wa maa lam na’lam. Wa nas alukallaahumma bi asmaa ikal latii sammaita bihaa nafsaka maa alimnaa minhaa wa maa lam na’lam. Wan as alukallahumma bil asmaail maktuubati khaulal arsyi wa bil asmaail maktuubati fii jabhati jamii’il malaa-ikah. Wan as alukkallahumma bil asmaail latii idzaa du’iita bihaa ajabta wa idzaa su-ilta bihaa a’thoita.
Wa nas alukallaahumma bil asmaa – il latii da’aaka bihaa sayyidunaa Aadamu. Wa sayyiduna Idriisu wa sayyiduna Nuuhun wa jamii’u anbiyaa-ika an tushalliya alaa sayyidina Muhammadin wa alaa aalihii wa shokhbihi wa alaihim ajma’iin.

Artinya :
Ya Allah sungguh kami mohon kepadaMu dengan AsmaMu yang bagus-bagus yang kami tahu dan tidak tahu. Kami mohon kepadaMu dengan AsmaMu yang Engkau memberi nama untuk diriMu sendiri yang kami tahu dan tidak tahu.
Dan kami mohon kepadaMu dengan AsmaMu yang ditulis di sekitar Arsy dan yang ditulis di sekitar Kursiyy. Dan kami mohon kepadaMu dengan asmaMu yang ditulis didahi para malaikat.
Dan kami mohon kepadaMu dengan asmaMu yang apabila disebu untuk berdoa. Engkau pasti mengabulkan, apabila untuk memohon, pasti Engkau memberi, dan kami mohon kepadaMU dengan asmaMu yang nabi Adam AS telah menyebut untuk berdoa, Nabi Idris, Nabi Nuh dan semua para Nabi, semoga Engkau memberi rahmat kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya dan atas mereka semua.

Waghfir lanaa dzunuubana wa liwalidinaa wa masyayichinaa wa ahliina wa aulaadinaa wadzurriyyaatinaa wa talaamiidzina wa jamaa’aatina wal muslimiina wal muslimaat.

Artinya :
Ampunilah doisa kami, kedua orang tua kami, guru-guru kami, keluarga kami, anak-anak kami, keturunan kami, murid-murud kami, jamaah kami, muslimin dan muslimat.

Wa nawwir quluubana wa quluubahum binuuril ilmi wal hidayati wal khikmah.
Warzuqnaa wa iyyaahum rizqan waasi’an khalaalan thayyiban wa amalan shaalikhan wa ilman naafi’an wa umran thawiilan mubaarokan wa khusnal chaatimah.
Waja’alnaa wa iyyaahum min ahlidz dzikri wa ahlil fikri wa ahlil qur-aani wa ahlil jannati wa minas saabiqiina bil chairaati.
Waqdhi khaajaatinaa yaa Allaah ………….( diisi hajat sendiri )
Wakhfadhnaa wa iyyaahum min syarril jinni wal insi was syayathiini wa min syarri kulli dzii syarrin wa min syarri kulli sai-in wa min syarri kulli daa-bbatin wa minal amraadhi wal balaa-I wat thaa’uuni wa minal fitani wa minad daini wa min aafaatid dun yaw al aachirati.
Allaahummanshurnaa wa iyyaahum alal qoumil kaafiriin ( 3 x )
Wanshur man nasharad diina wakhdzul man khadzalal muslimiina, wa ahlik a’daa-ad diini wa a’li kalimaatika ilaa yaumuddin.

Artinya :
Terangkanlah hati kami dan hati mereka dengan sinar ilmu, hidayah dan hikmah. Dan berilah kami serta mereka dengan rejeki yang luas, halal , bagus, dan amal shaleh, ilmu manfaat, umur panjang, barokah dan khusnul chatimah.
Dan jadikanlah kami serta mereka, termask orang yang ahli dzikir, ahli fakir, ahli Quran, ahli surga dan termasuk orang –orang sabiqun bil chairat ( selalu berlomba dan mendahulukan yang baik ).
Dan kabulkanlah hajat kami…… ( diisi sendiri )
Dan lindungilah kami serta mereka dari kejahatan jin, manusia, setan dan dari kejahatan apa saja yang mempunyai kejahatan dan dari kejahatan binatang-binatang. Dan lindungi pula dari penyakit-penyakit bala, wabah, dan dari fitnah-fitnah, dari hutang yang berat dan dari bahaya dunia dan akhirat.
Ya Allah, tolonglah kami dan mereka atas orang-orang kafir 3 x.
Dan selamatkanlah kami dan mereka dari orang-orang dhalim.
Ya Allah, tolonglah orang-orang yang menolong agama, dan rendahkanlah orang-orang yang merendahkan Islam, hancurka musuh-musuh agama dan tinggikanlah kalam Mu dsampai hari kiamat.




( Diambil dari : Al Asmaa Ul – Husnaa, Amdjad Al Hafidh, 2007 ) Tulisan 4

Jumat, 16 Januari 2009

Stop ! Iklan Demokrat


Stop ! Tayangan Iklan Demokrat




Selama pemerintahan SBY tiga kali BBM turun, begitulah bunyi iklan Partai Demokrat di Media Elektronik pada saat ini. Pantaskah Partai ini mendeklarasikan bahwa ini merupakan kesuksesan Demokrat..? Pemerintahan kali ini khan isinya pelangi, dan wakil Presidennya pun khan bukan Demokrat ? Menggelikan sekali partai ini mengangkat topic ini sebagai kesuksesannya.

Padahal, selama pemerintahan SBY juga terjadi kenaikan BBM…?

Kalau iklan-iklan murahan seperti ini mengisi kampanye memperebutkan kursi legislatif, lalu apa yang mau diharapkan dengan masa depan anggota dewan kita nantinya. Tidak terlihat kesan control dari lembaga ini untuk meningkatkan kinerja pemerintahan kita nantinya. Yang ada hanyalah iklan-iklan yang membodohi masyarakat tentang keberhasilan pemerintahan saat ini. Hanya inikah yang dievaluasi dari keberhasilan pemerintahan Indonesia…? Hal lain yang terjadi nantinya hanyalah debat kusir dan black campaign dari topic ini.

Dan, biarpun BBM turun tetapi harga sembako tetap saja naik…? Apakah ini bisa disebut berhasil…? Menyedihkan sekali pola pikir yang membuat iklan ini. Tidak adakah tema lain yang lebih punya nilai…?

Pada pemerintahan kali ini, GAS langka, BBM antri, Tarif Angkot naik, Minyak Tanah antri, bencana dimana-mana, rontoknya dunia perkayuan di Indonesia, pengangguran meningkat, Biaya pendidikan naik dan masih banyak lagi yang lainnya. Mengapa ini tidak dijadikan tema kegagalan pemerintahan kali ini…? Dan berarti juga kegagalan Partai Demokrat…?

Saya kira orang-orang yang ada di Demokrat berkualitas, ternyata seperti ini saja kualitasnya…? Semoga iklan ini hanya kesalahan teknis semata…

Khan lebih keren iklannya, Turunkan harga pupuk dibandingkan bangga menurunkan harga BBM tiga kali.

Dari contoh ini, sebaiknya panwaslu bisa proaktif memberikan saran-saran tentang kampanye yang boleh disebarkan melalui media massa. Kampanye yang terkesan membodohi masyarakat sebaiknya dilarang.