Amins Terima “ Full Support “
Dalam menghadapi putaran kedua Pilkada Gubernur Kaltim, dan menjelang hari pemilihan tanggal 23 Oktober 2008 ini, Amins selaku competitor Awang telah memperoleh dukungan dari Partai Terbesar di Kalimantan Timur yaitu Partai Golkar. Gerakan dukungan ini mungkin merupakan kerja keras dari Team AHAD yang lebih enjoy menghadapi putaran kedua ini dibandingkan team Pelangi yang sibuk mengurusi gugatan hukum terhadap KPUD Kaltim perihal hasil perhitungan pilkada yang pertama .
Apabila melihat hasil Pemilu 2004 yang lalu dan hasil anggota Dewan Tingkat Propinsi, maka hasil yang diperoleh Amins tentunya akan jauh di atas Awang yaitu sekitar 66 %, dan bila perolehan suaranya sebesar ini maka Amin dan Hadi akan menjadi Pimpinan Kalimantan Timur di periode ini.
Kerja keras team memang menjadi tolok ukur keberhasilan Pilkada Kaltim pada saat ini, mengapa…? Kita semua tahu bahwa pada putaran pertama yang lalu pemenangnya adalah Golput. Dan karena melihat hasil ini, saya menilai bahwa team AHAD benar-benar telah melakukan evaluasi mendasar atas hasil putaran pertama yaitu dengan melakukan pendekatan terhadap partai-partai besar yang sebelumnya mendukung pasangan yang gagal melaju ke putaran kedua. Kemudian team AHAD lebih santun mendekati masyarakat dengan tanpa melakukan promo besar-besaran sebagaimana pada putaran pertama dan tanpa melakukan proses gugatan hukum terhadap hasil putaran pertama. Team AHAD melakukan promo melakukan media nasional sehingga gaung mereka akan masuk ke pelosok-pelosok desa yang hanya bisa ditempuh melalui jalur sungai ataupun jalan setapak, juga gaungnya akan masuk ke belantara hutan di Kaltim dimana perusahaan HPH-HPH berada serta perusahaan – perusahaan tambang batu bara.
Tetapi, langkah yang paling baik dilakukan oleh team AHAD dengan melakukan promo door to door dan promo nasional ini adalah mencoba menjaring suara dari pemilih Golput pada putaran pertama yang lalu. Promo ini boleh saya katakan promo “ Silent is Golden “
Hal yang mendasar menjadi kerja keras berikutnya dari Amins setelah terpilih kelak adalah bagaimana beliau membuat perbatasan Kaltim dengan Malaysia lebih terbuka sehingga menjadi terjaga dari akses pengusaha-pengusaha Malaysia untuk mencuri hasil hutan Kaltim, dan juga terbukanya akses Indonesia ke Malaysia dengan mengekspor secara murah hasil-hasil masyarakat Kaltim ke negara Jiran ini. Menjadikan Kalimantan Timur sebagai propinsi dengan penyerapan tenaga kerja sebagaimana pada tahun 90-an yang lalu. Menjadikan Balikpapan dan Tarakan sebagai bandara Internasional lebih dari kondisi sekarang, khususnya Tarakan yang sangat berdekatan dengan Philipina, Malaysia dan Brunei sangat memerlukan pemikiran khusus untuk menjadi pintu gerbang hubungan negara Jiran ini dengan kekayaan Kalimantan Timur.
Pemilihan memang belum berlangsung tetapi dengan adanya dukungan penuh dari Partai Golkar dan promo secara diam-diam dari team ini sangat besar sekali peluang Amins untuk memenangkan pertarungan pada putaran kedua mendatang.
Hayo pak Amins…..jangan sampai Golput menang lagi pada putaran kedua ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar